Ada keuntungan yang bisa dinikmati dengan melakukan investasi saham, yaitu kenaikan harga saham (capital gain) dan bagian keuntungan dari emiten (dividen). Dalam berinvestasi, enaknya ya menikmati kedua keuntungan tersebut.
Namun, kenyataannya nih gak sesimpel dan semudah itu lho dalam menikmati kedua keuntungan investasi saham tersebut sekaligus. Soalnya ada kondisi yang mana salah satu keuntungan kurang begitu terasa, apalagi berinvestasinya dengan modal kecil-kecilan.
Buat kamu yang masih pemula dalam investasi saham, kali ini Moneysmart mau ajak kamu mengenal lebih jauh keuntungan atau return dari investasi saham. Plus kira-kira keuntungan mana yang sebaiknya dikejar sesuai dengan modal yang kamu investasikan. Yuk, kita simak!
Baca juga: Ini Jenis Investasi Buat Milenial yang Baru Memasuki Dunia Kerja
Capital gain dari investasi saham bisa dinikmati asalkan memilih emiten yang harganya berpotensi terus berkembang

Ini benar banget! Keuntungan dari capital gain cuma bisa dinikmati selama berinvestasi saham dilakukan pada emiten yang harganya terus bertumbuh.
Sebagaimana yang didefinisikan Investopedia, capital gain adalah kenaikan nilai aset modal yang bikin nilainya lebih tinggi dari harga pembelian. Berinvestasi saham istilah disederhanakan sebagai kenaikan harga saham.
Lebih jelasnya, keuntungan capital gain baru bisa direalisasikan saat saham yang kini dipegang memiliki harga yang lebih tinggi dari harga pembelian. Keuntungan investasi yang satu ini makin signifikan ketika lembaran saham yang dipegang sangat banyak jumlahnya.
Baca juga: Investasi Saham Belum Afdol Kalau Gak Beli Emas, Kenapa? Ini Alasannya
Ini yang banyak dilirik oleh para investor dalam berinvestasi dalam bentuk saham

Cara investasi saham yang berfokus pada keuntungan capital gain sering dikenal dengan gaya investasi growth investing. Para investor dengan gaya ini menjadikan perkembangan saham yang pesat dari waktu ke waktu sebagai pertimbangan dalam membeli saham.
Terus gimana para investor gaya growth investing memilih saham yang bagus dalam hal capital gain? Para investor melihat saham yang layak dibeli berdasarkan Price Earning to Growth atau PEG.
PEG adalah price earnings ratio (PER) dibagi dengan earnings per share (EPS). Kalau dalam hitung-hitungan tersebut, PEG yang tercatat kecil nilainya, itu berarti sahamnya layak dibeli.
Gak cuma itu, laba saham yang terus bertumbuh jadi acuan investor buat menentukan apakah harga saham bertumbuh atau gak. Semakin terus bertumbuh laba saham, semakin potensial harga saham berkembang.
Namun, satu hal ini yang perlu diingat. Pasar alias market sama sekali gak bisa diprediksi. Bisa aja kamu yakin saham yang dibeli bakal terus tumbuh, tapi ke depannya situasi bakal gak diharapkan terjadi dan harga saham jatuh dan kamu pun menderita kerugian atau capital loss.
Enaknya mendapat keuntungan dari capital gain, kamu gak mesti menyediakan modal besar buat berinvestasi.
Dari bulan ke bulan dengan beli satu lot, udah cukup kok atau istilah populernya menabung saham. Pokoknya, keuntungan ini terasa selama saham yang dipilih tepat.
Baca juga: 7 Hal Umum Tentang Investasi Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula
Saham yang labanya terus bertumbuh biasanya menghasilkan dividen yang besar

Sementara keuntungan investasi saham berupa dividen bisa didapat dari investasi saham-saham yang profitnya terus bertumbuh. Namanya juga keuntungan, pastinya perusahaannya mesti cetak untung biar bisa bagi-bagi dividen.
Sebagaimana definisinya, dividen adalah distribusi keuntungan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan dan dibayarkan ke para pemegang saham. Perlu diketahui gak semua perusahaan yang tercatat di bursa mencetak profit.
Makanya cukup banyak juga perusahaan terbuka yang gak membagi dividen karena dalam laporan keuangannya sendiri, perusahaan tersebut gak mencetak untung.
Kalau investasi saham dengan mengharapkan keuntungan dari capital gain dikenal sebagai gaya growth investing, maka investasi yang berharap keuntungan dari dividen disebut dengan gaya income investing.
Biasanya nilai dividen yang diberikan kepada para pemegang saham gak sama dari tahun ke tahun. Besarannya sendiri ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.
Dari hasil RUPS, ditentukanlah kapan Cum Date dan kapan Ex Date. Cum Date sendiri merupakan waktu akhir bagi seseorang buat mencatatkan diri sebagai pemegang saham.
Sementara Ex Date merupakan hari setelah Cum Date. Ketika membeli saham pada waktu tersebut, kamu gak bakal berkesempatan mendapat dividen sama sekali. Itulah kenapa disarankan membeli sebelum atau pas Cum Date.
Seperti yang dijelaskan di atas tadi, gak banyak perusahaan yang bagi-bagi dividen. Namun, dari sejarahnya, perusahaan-perusahaan berikut paling rajin bagi-bagi dividen seperti yang tercatat di IDX High Dividend 20.
Deretan perusahaan yang paling rajin nih bagi-bagi dividen
| Emiten yang suka bagi-bagi dividen | Kode saham |
| Adaro Energy | ADRO |
| Bank Central Asia | BBCA |
| Bank Rakyat Indonesia | BBRI |
| Bank Jawa Barat | BJBR |
| Bank Mandiri | BMRI |
| HM Sampoerna | HMSP |
| Indah Kiat Pulp & Paper | INKP |
| Indo Tambangraya Megah | ITMG |
| Bukit Asam | PTBA |
| United Tractors | UNTR |
| Astra Motor | ASII |
| Bank Negara Indonesia | BBNI |
| Bank Tabungan Negara | BBTN |
| Bank Jatim | BJTM |
| Gudang Garam | GGRM |
| Indofood Sukses Makmur | INDF |
| Indocement Tunggal Prakarsa | INTP |
| Matahari Department Store | LPPF |
| Telekomunikasi Indonesia | TLKM |
| Unilever Indonesia | UNVR |
Cuma satu hal yang perlu kamu ketahui. Dividen yang diterima dari saham baru terasa kalau berinvestasi dalam jumlah dana yang besar. Sebab dividen dibagi buat setiap lembar saham yang kamu pegang.
Sebagai contoh, Gudang Garam dengan kode saham GGRM membagi dividen paling besar, yaitu sebesar Rp 2.600 per lembar tahun ini. Memiliki saham ini 1 lot atau 100 lembar maka kamu bakal mendapat dividen Rp 260 ribu.
Tentu aja makin banyak lembaran saham yang dipegang makin besar dividen yang diterima. Namun, konsekuensinya adalah kamu harus mempersiapkan modal investasi yang besar. Soalnya harga saham GGRM per lembarnya Rp 78.200 yang satu lotnya sekitar Rp 7.820.000.
Jadi, enaknya dapat untung dari capital gain atau dividen?

Semuanya bergantung dari berapa besar modal investasi yang kamu siapkan. Kalau kamu punya modal besar hingga puluhan juta rupiah, bisa-bisa mendapatkan kedua keuntungan sekaligus.
Buat gambaran aja nih, kedua keuntungan ini bisa kamu dapatkan dengan beli saham GGRM. Selain dividen yang dibagi besar, pergerakan harganya juga cenderung naik dari waktu ke waktu.
Lain cerita kalau kamu investasi saham dengan modal ratusan ribu. Buat contoh lagi, kamu bisa memilih saham Pakuwon Jati atau PWON yang harga per lotnya gak sampai Rp 100 ribu. Kenapa PWON? Sebab histori harganya menunjukan harganya cenderung naik.
Asalkan rutin membelinya satu lot demi satu lot, kamu pada akhirnya bisa menikmati capital gain dari saham PWON. Plus dapat dividen walaupun gak sebesar GGRM.
Namun, semua saham yang disebut tadi cuma jadi contoh lho ya. Semuanya lagi-lagi harus didasarkan pada fundamental dari perusahaan itu sendiri dan kondisi ekonomi dalam negeri, serta faktor eksternal.
Gimana, udah menentukan pilihan gaya investasi saham apa yang cocok dengan modal kamu? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).