Indikator produktivitas kerja menurun alias memble tentu mudah banget dilihat dari kasat mata. Tetapi mencari faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, tentu sulit.
Kita semua tahu bahwa, gak selamanya kinerja kita bakal selalu produktif. Ada masa di mana kita yang rajin dan produktif, malah jadi sebaliknya.
Sebagai karyawan, kita pun sulit untuk mengetahui faktor-faktor tersebut. Karena sebagian dari faktor itu berada di alam bawah sadar kita.
Asal kamu tahu, faktor-faktor yang dimaksud rata-rata gak jauh dari xx hal ini lho. Yuk cari tahu di bawah sini.
1. Masalah rumah tangga

Hubungan yang ideal antara urusan kerja dan kehidupan sehari-hari memang sering campur aduk. Semestinya, dua hal itu sifatnya terpisah dan gak boleh disatukan.
Sebagian besar dari kita tentu sering mikirin kerjaan ketika libur atau saat ada di rumah. Begitu pula sebaliknya, ketika kerja kadang kita pun ingat masalah-masalah yang terjadi di rumah kita.
Hal itu pun lambat laun mengganggu produktivitas kerja kita lho.
Menurut penelitian dari The Center for Healthy Relationship, Universitas John Brown, menyebutkan bahwa karyawan dengan status bercerai, produktivitas kerjanya jauh di bawah yang rumah tangganya adem ayem. Mereka dikabarkan cenderung lebih sering bolos kerja, mudah stres, dan lainnya.
Ketika kamu mengalami masalah rumah tangga yang cukup serius. Solusinya tentu bukan cuek dan kerja sekeras mungkin. Percaya deh, masalah rumah tangga juga bisa merusak kesehatan kita secara perlahan.
Ketahuilah masalahmu, dan bila hal itu cukup mengganggu, datanglah ke psikolog untuk konsultasi lebih lanjut. Tentunya kamu butuh pendengar yang baik untuk menyampaikan unek-unek yang ada.
2. Tingkat percaya diri rendah

Kepercayaan diri yang rendah tentu bisa jadi faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja kita menurun.
Kita mungkin bisa menyelesaikan apa yang dititahkan oleh bos atau pimpinan perusahaan. Tapi kita gak pede untuk melakukannya, dan kita pun gak yakin kita bisa.
Alhasil, pemikiran seperti ini malah mengganggu kita kapan pun dan dimana pun. Hal ini pun bisa menyabotase karier kita sendiri. Ngeri kan.
Masalah ini sejatinya adalah masalah yang cukup serius dan harus diatasi baik-baik. Konsultasikan saja hal ini ke atasan langsung, atau kalau memang sudah parah banget ya ngobrol ke HRD.
Psikolog juga tentunya bisa membantumu jika hal ini sudah benar-benar sangat mengganggu.
Terkadang kita lupa bahwa gak sedikit dari kita yang sering merasa, “insecure.” Insecure dalam dunia kerja itu beragam, bisa berbentuk takut dikritik, takut gagal, atau takut menghadapi petinggi-petinggi perusahaan dalam level tertentu.
Memang gak semua orang yang mudah menghadapi masalah yang satu ini. Tapi percaya deh, ini adalah proses perkembangan karier.
3. Gak cukup tidur

Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur bisa berpengaruh pada produktivitas kerja. Jelas banget, efek dari kurang tidur itu bukan cuma ngantuk tapi juga lemas.
Kurang tidur juga bisa membuat badanmu jadi sakit lho.
Sebuah artikel dari Mattress Clarity menyebutkan bahwa ketika waktu tidurmu berkurang 16 menit saja, hal itu bisa mengganggumu untuk tetap fokus. Gak nyangka kan?
Apa kabar kalau kita kurang tidur satu atau dua jam? Atau malah begadang semalaman?
Donald Trump sejujurnya adalah orang yang punya jam tidur singkat. Begitu pula dengan Presiden Joko Widodo. Tapi ya mereka bisa kerja aja tuh?
Balik lagi, fisik orang itu beda-beda. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg justru jam tidurnya lebih lama ketimbang mereka. Tapi coba lihat sekarang deh, dia adalah salah satu dari 10 orang terkaya di dunia.
4. Stres

Nah ini dia yang paling sering terjadi. Stres memang luar biasa berpengaruh sama produktivitas kerja sekaligus kesehatan kita.
Apapun bisa bikin stres, sebut saja seperti deadline kerjaan kantor, target jualan, atau apapun masalahnya. Mau dicuekin aja tetep gak bisa, karena besoknya bakal ketemu lagi.
Tapi mau dijabanin, ya badan kita yang jadi taruhannya. Pilih mana?
Mengatasi hal ini memang gak mudah, caranya tentu saja dengan mengingat-ingat kembali bahwasannya sebagai manusia, tujuan kita kerja adalah untuk hidup. Kita bukanlah seorang yang “hidup untuk bekerja” kan? So, jangan sampai kita diperbudak sama kerjaan sendiri dong.
Liburan itu hukumnya tetap wajib. Selain itu weekend juga waktu yang pas buat kita untuk beristirahat, gak perlu mikir-mikir soal kerjaan.
Itulah empat hal yang bisa menggerogoti produktivitas kerja kita. Kira-kira dari empat hal ini, mana yang paling sering kamu alami? (Editor: Winda Destiana Putri).