Kemiskinan menjadi momok yang menakutkan dalam suatu negara. Itulah sebabnya setiap negara di dunia berusaha menguranginya seminimal mungkin dengan berbagai cara supaya angka kemiskinan menurun. Salah satu caranya adalah menciptakan lapangan pekerjaan.
Di Indonesia, upaya menurunkan angka kemiskinan sepertinya membuahkan hasil yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada penurunan yang pada September 2018 sebesar 9,66 persen menjadi 9,41 persen pada Maret 2019.
Tentu aja adanya penurunan di Indonesia itu menjadi kabar gembira buat kita semua. Sebab kesejahteraan yang merata menjadi salah satu yang dicita-citakan bangsa Indonesia.
Kalau di Indonesia bisa menurun, gimana dengan negara-negara lain? Negara-negara manakah yang sampai saat ini mencatatkan angka kemiskinan tertinggi di dunia? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.
Baca juga: Bukan Cuma Indonesia, di Negara-Negara ASEAN Ini Juga Masih Ada Kemiskinan Lho
Ini 20 negara dengan angka kemiskinan tertinggi di dunia

Merujuk pada data yang diolah IndexMundi per Januari 2018 maka kita mendapati banyak negara dengan angka kemiskinan di atas 10 persen. Dari banyak negara tersebut, ada 20 negara yang angkanya lebih dari 50 persen lho.
Berikut ini daftar negara di dunia dengan persentase populasi warga di bawah garis kemiskinan lebih dari 50 persen. Negara-negara mana aja? Cek daftarnya di bawah ini.
| Negara | Angka kemiskinan (%) |
| Suriah | 82,5 |
| Zimbabwe | 72,3 |
| Madagaskar | 70,7 |
| Sierra Leone | 70,2 |
| Nigeria | 70 |
| Suriname | 70 |
| Guinea-Bissau | 67 |
| Sao Tome and Principe | 66,2 |
| Burundi | 64,6 |
| Republik Kongo | 63 |
| Swaziland | 63 |
| Zambia | 60,5 |
| Guatemala | 59,3 |
| Haiti | 58,5 |
| Lesotho | 57 |
| Togo | 55,1 |
| Liberia | 54,1 |
| Yaman | 54 |
| Malawi | 50,7 |
| Sudan Selatan | 50,6 |
Akibat perang saudara hingga salah kelola
Data dalam tabel di atas menunjukkan dengan jelas kalau Suriah menjadi negara dengan angka kemiskinan paling tinggi di dunia. Persentase di negara yang dilanda perang tersebut mencapai 82,5 persen.
Perang sipil berkepanjangan di Suriah yang dimulai sejak 2011 bikin negara tersebut porak-poranda. Ekonomi negara tersebut karut-marut dan banyak masyarakatnya yang hijrah dari negara tersebut. Akibatnya, angka kemiskinan di negara tersebut meningkat.
Di Zimbabwe, pengelolaan negara yang gak becus, korupsi yang merajalela, hingga krisis politik bikin sebagian besar masyarakatnya jatuh miskin. Robert Mugabe yang menjadi diktator di negara tersebut dituding paling bertanggung jawab atas tingginya kemiskinan di Zimbabwe.
Begitu juga yang terjadi di Madagaskar. Di negara Afrika tersebut korupsi dan krisis politik membuat negara ini gak bisa berkembang di sisi pembangunan manusia yang kemudian berujung pada meningkatnya pengangguran dan tingginya kemiskinan.
Krisis politik yang diawali krisis ekonomi juga pernah dialami Indonesia pada tahun 1998. Saat itu, krisis ekonomi dan krisis politik yang melanda bikin kemiskinan di Indonesia mencapai 49,5 juta jiwa atau 24,2 persen.
Untungnya, kondisi politik yang berangsur-angsur stabil yang diikuti dengan pemulihan ekonomi mendorong Indonesia bangkit dari keterpurukan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5 persen, inflasi sekitar 2 – 3 persen, hingga tingkat pengangguran yang menurun berefek pada menurunnya kemiskinan. Hasilnya, Indonesia pada Maret 2018 mencatatkan kemiskinan sebesar 25,95 juta jiwa.
Sekalipun tahun berganti tahun angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan, kita berharap ke depan tren ini terus berlanjut. Dengan begitu, Indonesia bisa benar-benar bebas dari kemiskinan. Semoga! (Editor: Ruben Setiawan)