Laporkan Kemenkumham ke Polisi, Wali Kota Tangerang Punya Harta Rp 14,3 M!

Laporkan Kemenkumham ke Polisi, Wali Kota Tangerang Punya Harta Rp 14,3 M!

Selasa, 23 Juli 2019, Juli 23, 2019

Nama Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah santer diberitakan media Tanah Air karena perseteruannya dengan pihak Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia.

Kedua pihak saling melaporkan satu dengan yang lain terkait perizinan bangunan di atas tanah kepunyaan Kemenkumham di wilayah Kota Tangerang.

“Sudah kemarin sore (buat laporan polisi), saya dapat informasi (kalau saya dilaporkan ke polisi) setelah rapat. Ya sudah, saya perintahkan teman-teman untuk mengkaji itu,” ungkap Arief Wismansyah pada 17 Juli 2019, begitu seperti dikutip dari Kompas.

Isu ini juga mendapat tanggapan dari menteri Dalam Negeri yakni Tjahjo Kumolo yang beranggapan, tindakan Wali Kota Tangerang itu gak etis.

Terlepas dari kabar tersebut, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah ternyata punya harta mencapai Rp 14,3 miliaran. Begitu menurut data LHKPN tahun 2018 lalu. 

Berikut, daftar lengkapnya:

Memiliki tanah dan bangunan mencapai Rp 7,9 miliaran

Arief Wismansyah
Arief Wismansyah miliki tanah dan bangunan mencapai Rp 7,9 M

Aset pertama yang masuk dalam daftar LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi berupa tanah dan bangunan yang nilainya lumayan banyak.

Tanah  dan Bangunan  Seluas 3000 m2/5476  m2 di TANGERANGHASIL SENDIRI Rp 3.441.000.000
Tanah  Seluas 1195  m2 di KOTA SERANG,HASIL SENDIRI Rp 958.390.000
Tanah  Seluas 1020  m2 di KOTA SERANGHASIL SENDIRI Rp 818.040.000
Tanah  Seluas 571  m2 di KOTA SERANGHASIL  SENDIRI  Rp 457.942.000
anah  Seluas  800 m2 di  KOTA TANGERANG  SELATANHASIL  SENDIRI Rp 47.712.000
Tanah  Seluas 994  m2 di KOTA TANGERANG  SELATANHASIL  SENDIRI Rp 47.712.000
Tanah  Seluas 1850  m2 di KOTA TANGERANGHIBAH  TANPA AKTA Rp 2.200.000.000

Dari tabel tersebut, bisa terlihat tanah dan bangunan seluas 3.000 meter persegi / 5476 meter persegi di Kota Tangerang menyumbang angka terbesar. Jika dijumlahkan, nilainya mencapai Rp 7.970.796.000.

Baca juga: Ketua KPU Arief Budiman Berharta Rp 2,3 M, tapi Punya Utang Hampir 20 Juta!

2 mobil Toyota dan sebuah motor Piaggio senliai Rp 885 juta 

Setelah aset berupa tanah dan bangunan, terdapat alat transportasi dan mesin yang jumlahnya tiga unit dengan detail berikut:

Toyota Camry

Arief Wismansyah
Arief Wismansyah punya Toyota Camry

Mobil pertama yang dimiliki Arief Wismansyah adalah sebuah sedan mewah Toyota Camry yang dibelinya pada tahun 2009. Saat pelaporan, nilai dari mobil ini mencapai angka Rp 80 juta.

Toyota Alphard

Arief Wismansyah
Arief Wismansyah punya mobil Alphard

Selanjutnya, masih dari pabrikan asal Jepang, yakni ada Toyota Alphard yang dibelinya pada tahun 2015 lewat hasil usahanya sendiri. Nilai dari kendaraan ini menyentuh angka Rp 750 juta.

Motor Piaggio

Arief Wismansyah
Arief Wismansyah punya motor Piaggio

Selain kendaraan roda empat ada juga motor yang dimilikinya yakno motor Piaggio yang dibeli pada tahun 2010 dengan hasil usaha sendiri. Ketika dilaporkan harga motor ini ditaksir sekitar Rp 55 juta.

Jika dijumlahkan seluruh kendaraan milik Arief Wismansyah mencapai Rp 885.000.000.

Harta bergerak, surat berharga dan kas atau setara kas mencapai Rp 5,4 miliaran

Arief Wismansyah
Arief Wismansyah punya harta bergerak, surat berharga dan kas atau setara kas mencapai Rp 5,4 miliaran

Terakhir, ada harta bergerak, surat berharga dan kas atau setara kas yang nilainya terbesar kedua di bandingkan dua aset sebelumnya.

Harta bergerak milik Wali Kota Tangerang ini mencapai angka Rp 468.250.000 pada saat dilaporkan ke KPK.

Setelah itu, untuk Surat berharga angkanya menyentuh sekitar Rp 1.202.500.000. Dan yang ketiga adalah, kas atau setara kas berupa uang tunai serta uang elektronik sebesar Rp 3.803.590.579.

Jika ketiga aset itu digabungkan, maka angka yang muncul adalah Rp 5.474.340.579. Dengan begitu, total kekayaan Arief Wismansyah Rp 14.330.136.579.

Itulah informasi mengenai harta Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah. Semoga permasalahan antara kedua pihak ini bisa cepat selesai ya supaya kinerja masing-masing institusi bisa lebih optimal. (Editor: Chaerunnisa)

TerPopuler