Mendapat promosi jabatan alias kenaikan tentu jadi impian semua orang. Tapi, banyak kok yang setelah dipromosi, tiba-tiba malah gagal total dan gak bisa berkontribusi lebih baik.
Saat masih menduduki jabatan sebelumnya, kerja kok kayaknya lebih nyaman. Target bisa kelihatan di depan mata, dan pujian muncul dari mana-mana.
Setelah jadi manajer, gaji emang nambah, tapi kerjaan makin aneh. Bingung mau ngapain, hingga akhirnya mati gaya.
Tiba-tiba direktur udah manggil ngajak meeting saja, dan sering banget disemprot di depan banyak orang. Belum lagi urusan sama bagian keuangan gak kelar-kelar, gak ngerti mana yang jadi prioritas.
Apakah kamu salah satu di antara mereka? Gak usah sedih, apalagi langsung sebar CV ke perusahaan lain karena merasa insecure.
Lakukan introspeksi diri, dan cobalah memahami apa yang menjadi penyebab kegagalanmu saat ini.
Pasalnya, kegagalan saat mengemban jabatan baru ini bukan akhir dari segalanya. Yuk, cari tahu beberapa alasan mengapa kita gagal usai mendapat promosi jabatan:
1. Cuma tergiur karena gaji dan fasilitas

Salah besar kalau kamu memang berambisi mengejar promosi jabatan karena alasan ini. Semakin tinggi jabatan, maka makin besar juga tantangannya. Begitu pula dengan politik di kantor yang makin gak menyenangkan.
Ketika kita bekerja, tolak ukurnya bukan cuma dapat gaji besar. Melainkan, mendapatkan bos atau atasan yang baik, dan bisa memotivasi kita.
Saat tawaran kenaikan jabatan itu kita terima, maka langkah selanjutnya bukan langsung “iya-iya siap” saja.
Coba pikirkan, apa yang jadi target pekerjaanmu ke depan, berapa orang yang nanti akan kamu pimpin, kepada siapa kamu harus melaporkan pekerjaanmu, dan seperti apa tanggung jawabnya.
Setelah itu, renungkan lagi di diri sendiri, apakah beban kerja baru ini bisa membantumu untuk belajar hal baru, atau malah cuma bikin capek dan stres? Dan, apakah kamu sanggup berkomunikasi dengan atasan barumu nanti?
Baca juga: Cari Kerja Tanpa Ngantor? Lamar Aja di 7 Situs Lowongan Freelance Ini
2. Belum familiar dengan cara mendelegasikan pekerjaan

Ketika mendapat promosi jabatan dan dipercaya untuk memimpin sebuah tim, maka kamu harus tahu bahwa tanggung jawabmu makin luas. Mendelegasikan tugas bukanlah hal yang sederhana atau mudah dilakukan, apalagi kalau anak buahnya banyak.
Bos besar mungkin gak mau tahu gimana cara kerjamu dengan tim, yang penting beres. Sementara itu, karena kamu belum terbiasa dengan hal ini, alhasil kagok dan akhirnya semua deadline bisa lewat tenggat waktu.
Pendelegasian tugas memang harus dilakukan oleh seorang pemimpin karena gak akan pernah ada superman di perusahaan. Semua orang saling membutuhkan satu sama lain.
Mendelegasikan pekerjaan juga bukan main asal suruh. Kamu pun harus paham apa yang diinginkan bos besar.
Jadi, sewaktu-waktu anak buahmu bingung, kamu bisa menjawab pertanyaannya dan memberikan solusi.
3. Belum paham inti menjadi manajer atau supervisor

Jadi manajer bukan berarti hanya target yang kamu pikirkan. Melainkan juga jenjang karier orang-orang yang berada di bawah kepemimpinanmu.
Percaya gak percaya, mengemban posisi manajer bisa jadi merupakan proses belajar. Bukan cuma sikap tegas yang harus dimiliki seorang pemimpin, kesabaran ekstra juga sangat dibutuhkan.
Kita tentu gak bisa membaca apa yang ada di pikiran orang lain, dalam hal ini anak buah kita sendiri. Kita gak akan pernah tahu apa yang mereka butuhkan sebelum mereka bicara dengan kita.
Sementara itu, waktu terus berjalan dan kamu harus segera menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan kepadamu dan tim. Oleh karena itu, komunikasi sangat penting untuk kamu lakukan bersama tim.
Belajarlah mendengar seluruh masalah yang mereka hadapi, dan tenanglah agar segala keputusan yang kamu ambil bisa lebih baik.
Itulah tiga hal yang seringkali membuat seseorang yang baru mendapat promosi jabatan gagal dalam karier. Intinya, dunia kerja memang penuh dengan kejutan tak terduga.
Tapi semuanya bisa dipersiapkan sejak dini. Intinya, ketika ada kemauan dan semangat, apapun bisa kamu lewati kok! (Editor: Chaerunnisa)